Menilik Perjuangan Rakyat Catalonia

Catalunya-merdeka

Oleh Rifki Adha*

Pada saat sekarang ini, rakyat Catalonia masih belum memenuhi hasrat mereka untuk memisahkan diri dari Spanyol. Dikarenakan hambatan yang diberikan oleh pemerintahan Spanyol yang membuat perjuangan rakyat Catalonia terus tertunda. Hal ini membuat rakyat Catalonia masih terus mempertahankan perjuangan mereka tanpa henti.

Sebenarnya gesekan antara pemerintah Spanyol dan Catalonia sudah berlangsung sejak tahun 1701, yang dimana pada saat itu Pasukan Catalonia berjuang untuk mengklaim dinasti Habsburg ke tahta Spanyol dan demi kebebasan Catalonia dan pada akhirnya dikalahkan dengan pengepungan Barcelona oleh Tentara Borbon dibawah Raja Philip V dari Spanyol selama 14 bulan. Catalonia menderita kekalahan terburuk disepanjang sejarahnya,terdapat puluhan ribu korban akibat dijatuhkannya lebih dari 30.000 bom oleh tentara Borbon. Setelah kemenangan Raja Philip V ia menerapkan penindasan terhadap bangsa Catalonia dan penghancuran kota Barcelona sebagai pusat ekonomi yang paling banyak dikunjungi oleh para pengunjung dari domestik dan luar negeri.

Setelah kemenangan Raja Philip V, ia menerapkan pemberlakuan pajak baru, penghapusan lembaga dan penguasaan oleh militer. Dengan terjadinya sejarah ini maka ditetapkan bahwa pada tanggal 11 September adalah Hari Nasional Catalan. Hal ini menjadi sebuah dorongan bagi rakyat Catalonia untuk tetap memperjuangkan kemerdekaan mereka karena dari segi historis mereka merasa tertindas dan tidak mempunyai legitimasi untuk menyuarakan pendapatnya. Rakyat Catalonia ingin menjadi bangsa yang mandiri yang ingin membangun negara dengan otoritas dan legitimasi yang dimiliki dari dan oleh rakyatnya sendiri.

Ada beberapa alasan mengapa rakyat Catalonia sangat ingin melepaskan diri dari pemerintahan Spanyol yang mereka anggap pengaruh yang ditimbulkan dari daerah Catalonia itu sendiri memberikan kontribusi lebih bagi spanyol akan tetapi tidak mendapatkan hasil timbal balik yang seimbang bagi Catalonia. Diantaranya adalah:

  1. Aspek Historis

Dalam sejarahnya, Catalonia adalah wilayah yang independen yang terletak di semenanjung Iberia yang terletak diantara Portugal dan Spanyol dengan bahasa, undang-undang dan kebiasaan yang berbeda-beda. Saat perang Suksesi Spanyol pimpinan Raja Philip IV berakhir dengan kekalahan Valencia pada tahun 1707, di Catalonia pada tahun 1714, dan terakhir pada tahun 1715, kemudian menghasilkan kelahiran Spanyol modern.

Raja-raja selanjutnya mencoba memberlakukan bahasa dan undang-undang Spanyol di wilayah tersebut. Namun di Catalonia terus terjadi pemberontakan untuk memisahkan diri dari Spanyol. Puncaknya ketika pada 1938, ketika diktator Spanyol, Jenderal Francisco Franco membantai 3.500 milisi separatis Catalonia. Selama kepemimpinan Franco upaya pemisahan diri Catalonia bisa teredam.

Baru pada saat 1977 ketika demokrasi kembali ke negara tersebut, Catalonia diberi  otonomi khusus yang lebih luas. Hal itu semakin membuat kelompok separatis leluasa mengkampanyekan kemerdekaan.

Pada Juli 2010 upaya kemerdekaan semakin bulat ketika Mahkamah Konstitusi di Madrid mengesampingkan sebagian dari undang-undang otonomi tahun 2006, yang menyatakan bahwa tidak ada dasar hukum untuk mengakui Catalonia sebagai sebuah negara di Spanyol.

Masalah sejarah yang juga mencakup faktor budaya menjadi alasan kuat kenapa Catalonia ingin merdeka. Keberadaan budaya Catalan yang mereka rawat menjadi terancam saat pemerintah pusat Spanyol melakukan pengekangan dan pemaksaan terhadap budaya. Bahkan yang terbaru nantinya sejak September 2014 akan diberlakukan Reformasi Pendidikan yang mewajibkan sekolah-sekolah di Spanyol untuk mengajarkan bahasa Spanyol. Hal ini ditentang oleh masyarakat Catalonia, khususnya oleh sekolah-sekolah yang merasa kebijakan tersebut sebagai lanjutan dari pemaksaan budaya Castillan dan mengekang kebebasan mereka untuk melestarikan kebudayaan Catalan.

  1. Aspek Ekonomi

Wilayah Catalonia telah lama menjadi jantung industri Spanyol dan menjadi yang pertama untuk kekuatan maritim dan perdagangan barang seperti tekstil, keuangan, layanan dan perusahaan hi-tech. Catalonia adalah salah satu daerah terkaya di Spanyol, menyumbang 18,8 persen GDP Spanyol, dibandingkan dengan 17,6 persen dari Madrid.

Catalona
Grafik 1.1
GDP, Purchasing Power Standard Per Inhabitant, 2010
Sumber: Eurostat,2009aption

 

Dengan memisahkan diri akan menghasilkan produk domestik bruto sebesar US$ 314 miliar menurut perhitungan oleh OECD.  Fakta ini akan menjadikan ekonomi Catalonia terbesar ke-34 di dunia dan membuatnya lebih besar dari Portugal atau Hong Kong. PDB per kapita akan menjadi US$ 35.000 juga akan membuat Catalonia lebih kaya daripada Korea Selatan, Israel atau Italia dan kontribusi Catalonia terhadap ekonomi Spanyol dua kali lipat dari Skotlandia ke Inggris.

Catalonia adalah salah satu daerah otonomi terkaya di Spanyol dan menyumbang pendapatan per kapita 18% lebih besar dari pendapatan nasional Spanyol dan 70% lebih tinggi dari Extramadura (daerah termiskin di Spanyol) Pembangunan infrastruktur yang tidak merata akibat dari manajemen yang tidak baik dari pemerintah pusat Spanyol juga menjadi alasan Catalonia ingin merdeka, contohnya jalan, bandara, jalan tol, dan pelabuhan yang tidak dikelola dengan baik.

Suara Perlawanan Rakyat Catalonia

Meningkatnya dukungan rakyat Catalan untuk memisahkan diri dari Spanyol telah menarik simpati dari pemerintahan Convergència i Unió (CiU) dibawah Artur Mas i Gavarró yang kemudian mengawali perundingan politik Catalan untuk mengadakan referendum kemerdekaan Catalonia. Pada 23 Januari 2013, Parlemen Catalan mengadakan pemilihan suara terkait “Declaration of Sovereignty and of the Right to Decide of the Catalan People” deklarasi ini menegaskan awal proses dimana rakyat Catalonia akan menentukan nasib sendiri sebagai negara yang berdaulat. Deklarasi tersebut disahkan dengan 85 suara mendukung, 41 suara menentang dan 2 suara abstain. Pada tanggal 8 Mei 2013 deklarasi ini sementara telah ditangguhkan oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Pada tanggal 12 Desember 2013, pemerintah Catalonia dan enam partai lainnya menyetujui tanggal dan perayaan untuk referendum Catalonia. Referendum berlangsung pada 9 November 2014. Akan ada dua  bagian pertanyaan yaitu Apakah anda ingin Catalonia menjadi sebuah negara? jika iya, Apakah Anda ingin Catalonia ingin menjadi sebuah negara yang merdeka?”. Pada tanggal 27 september 2014 di Pulau De La Generalitat (Gedung Pemerintahan Utama di Barcelona) Presiden Otonomi Catalonia. Artur Mas menandatangani dekrit referendum kemerdekaan Catalonia yang akan dilaksanakan tanggal 9 November 2014.

Jejak pendapat telah dilakukan oleh sebuah lembaga resmiPenelitian Pemerintah Catalan Centre d’Estudis d’Opinió (CEO) mengenai pendapat kemerdekaan Catalonia.

Catalonia 2
Grafik 1.2
Pertumbuhan dukungan Kemerdekaan Catalonia
Sumber: Centre d’Estudis d’Opinió (http://ceo.gencat.cat)

 

Bila kita melihat di (Grafik 1.2), dimulai sejak tahun 2006 hingga 2012 respon yang memilih kemerdekaan semakin meningkat secara signifikan dengan angka 13,9 % pada tahun 2006 hingga 47,7% pada tahun 2012. Dukungan kemerdekaan mulai meningkat pada awal tahun 2009.

Jejak pendapat yang terakhir yang dilakukan CEO pada tanggal 24 Maret dan 15 April 2014 dengan 2000 responden melalui wawancara tatap muka menunjukkan angka 47,1% akan memilih merdeka dari Spanyol, sebanyak 27,9% akan menentang kemerdekaan, 19,3 % akan memilih untuk menjaga status quo dan 8,6% mendukung pembentukan negara Catalonia namun menentang kemerdekaan dari Spanyol. Sedangkan 11,2% responden tidak tahu akan menjawab apa dan sebanyak 11,1% tidak akan pergi ke TPS.

Pemerintah Catalonia mendapat kemenangan besar dalam referendum kemerdekaan simbolis yang digelar Minggu (9/11). Hasil voting yang dirilis Senin (10/11) menunjukkan bahwa 80,72 persen pemilih mendukung untuk berpisah dari Spanyol. Jumlah tersebut setara sekitar 1,6 juta pemilih. Total seluruh pemilih yang memberikan suara mencapai 2,236,806 orang. Pemimpin tertinggi Catalonia Artur Mas menegaskan, itu merupakan kemenangan besar untuk warganya.

Referensi

Gaspar, Pericay Coll, “1.5 million people demonstrate peacefully for Catalonia’s independence from Spain”, Catalan News Agency, 10 Juli 2014 http://www.catalannewsagency.com/politics/item/15-million-people-demonstrate-peacefullyfor-catalonias-independence-from-spain Diakses pada 29 November 2017.

Job, Vermeulen, “El Parlament acorda iniciar el procés per fer efectiu el dret de decidir, amb 85 vots a favor, 41 en contra i 2 abstencionsParliament Catalonia, 23 Januari 2013 http://www.parlament.cat/web/actualitat/noticies?p_id=129656021 Diakses pada 29 November 2017.

Catalan News Agency, “47% of Catalans would vote for independence while 28% would oppose it, 30 April 2014 ” http://www.catalannewsagency.com/politics/item/47-of-catalans-would-votefor-independence-while-28-would-oppose-it Diakses pada 29 November 2017.

Tempo,” 3 Alasan Utama Catalonia Merdeka dari Spanyol” https://dunia.tempo.co/read/1021315/3-alasan-utama-catalonia-merdeka-dari-spanyol . diakses pada tanggal 29 November 2017.

Jawa Pos,”80 Persen Penduduk ingin Catalonia Merdeka” http://www2.jawapos.com/baca/artikel/9051/80-Persen-Penduduk-Ingin-Catalonia-Merdeka . diakses pada 30 November 2017.

*Rifki Adha merupakan mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Riau angkatan 2016. Beliau juga aktif di organisasi-organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s